Cara Budidaya Ayam Petelur

Cara Budidaya Ayam Petelur - Ayam petelur yaitu ayam betina yang khusus dipelihara untuk diambil telurnya. Sedangkan ayam unggas yaitu berasal dari ayam utan dan itik liar yang ditangkep dan kemudian dipelihara bisa bertelur lumayan banyak. Ayam petelur dibudidayakan tujuannya adalah untuk produksi yang banyak, selain itu ayam petelur tidak hanya telurnya saja yang bisa diambil, tetapi dagingnya pun juga bisa dimanfaatkan. Ayam yang dibudidayakan untuk diambil dagingnya dikenal dengan ayam broiler, sementara kalo yang dipelihara untuk diambil telurnya dikenal dengan ayam petelur. Dalam budidaya ayam petelur dibedakan menjadi dua yaitu ayam petelur putih dan ayam petelur coklat, itu dilandaskan pada warna kulit ayam itu sendiri.
cara budidaya ayam petelur

Dalam budidaya ayam petelur terdapat persilangan dan proses seleksi yang bertujuan untuk mendapatkan ayam petelur ayam unggul. Jenis ayam petelur dibagi menjadi 2 (dua) tipe yaitu :

Tipe Ayam Petelur Ringan
Tipe ayam petelur ringan adalah ayam petelur putih. Ciri-ciri ayam petelur ini memiliki badan yang kurus/ramping/mungil/kecil dan memiliki mata bersinar. Sedangkan bulunya berwarna putih bersih dan memiliki jengger merah. Asal Ayam ini dari galur murni white leghhorn. Aya tipe ini sangat susah dicari, tetapi komersial dan banyak dijual belikan di Indonesia dengan berbagai nama.

Tipe Ayam Petelur Medium
Ayam petelur ini memiliki bobot tubuh yang cukup berat. Meskipun begitu, berat ayam ini masih diantara ayam broiler dan ayam petelur ringan. Maka dari itu ayam tipe ini disebut ayam petelur medium. Sedangkan untuk tubuh ayam tipe ini tidak kurus dan juga tidak gemuk. Ayam tipe ini telurnya banyak dan juga menghasilkan daging yang banyak pula. Ayam petelur medium disebut juga dengan ayam tipe dwiguna. Karena warnanya cokelat, maka tipe ayam ini disebut ayam petelur cokelat yang pada umumnya memiliki warna bulu yang coklat pula.

Penyiapan Saran dan Peralatan untuk ayam petelur ini adalah sebagai berikut :
Kandang
  1. Iklim kandang yang cocok untuk beternak ayam petelur meliputi persyaratan temperatur berkisar antara 32,2–35 °C.
  2. Kelembaban berkisar antara 60–70%.
  3. Penerangan atau pemanasan kandang sesuai degan aturan yg ada.
  4. Tata letak kandang agar mendapat sinar matahari pagi dan tidak melawan arah mata angin kencang serta sirkulasi udara yang bagus.
  5. Jangan membuat kandang degn permukaan lahan yg berbukit karena menghalangi sirkulasi udara dan membahayakan aliran air permukaan bila turun hujan, sebaiknya kandang dibangun degn sistem terbuka agar hembusan angin cukup memberikan kesegaran di dalam kandang.
  6. Untuk kontruksi kandang tidak harus dgn bahan yg mahal, yg penting kuat, bersih & tahan lama.
  7. Perlengkapan kandang hendaknya disediakan selengkap mungkin seperti tempat pakan, tempat minum, tempat air, tempat ransum, tempat obat-obatan & sistem alat penerangan.
1. Bentuk-bentuk kandang berdasarkan sistem :

A. Sistem kandang koloni
Sistem satu kandang untuk banyak ayam yang terdiri dari ribuan ekor ayam petelur.

B. Sistem kandang individual
Ciri dari kandang ini adalah pengaruh individu di dalam kandang tersebut menjadi dominan karena satu kotak kandang untuk satu ekor ayam. Kandang sistem ini banyak digunakan dalam peternakan ayam petelur komersial.

2. Jenis kandang berdasarkan lantai :

A. Kandang dgn lantai liter
- Kandang sebaiknya dibuat dengn lantai yg dilapisi kulit padi, pesak/sekam padi & kandang ini umumnya diterapkan pada kandang sistem koloni.

B. Kandang dgn lantai kolong berlubang
- Lantai untuk sistem ini terdiri dari bambu dengn lubang2 diantaranya, yangg nantinya untuk membuang tinja ayam dan langsung ketempat penampungan.

C. Kandang dengan lantai campuran liter dgn kolong berlubang
- Perbandingan pembuatan kandang ini 40% luas lantai kandang untuk alas liter dan 60% luas lantai dgn kolong berlubang (terdiri dari 30% dikanan & 30% di kiri).

Peralatan

1. Litter (alas lantai)
Alas lantai/litter harus dalam keadaan kering, maka tidak ada atap yang bocor dan air hujan tidak ada yg masuk walau angin kencang. Tebal litter setinggi 10 cm, bahan litter dipakai campuran dari kulit padi/sekam dgn sedikit kapur dan pasir secukupnya, atau hasil serutan kayu dgn panjang antara 3–5 cm untuk pengganti kulit padi/sekam.

2. Tempat bertelur
Penyediaan tempat bertelur agar mudah mengambil telur dan kulit telur tidak kotor, dapat dibuatkan kotak ukuran 30 x 35 x 45 cm yg cukup untuk 4–5 ekor ayam. Kotak diletakkan di dinding kandang dengan lebih tinggi dari tempat bertengger, penempatannya agar mudah pengambilan telur dari luar sehingga telur tidak pecah dan terinjak-injak serta dimakan. Dasar tempat bertelur dibuat miring dari kawat hingga telur langsung ke luar sarang stlah bertelur dan dibuat lubang yg lebih besar dari besar telur pada dasar sarang.

3. Tempat bertengger
Tempat bertengger untuk tempat istirahat/tidur, dibuat dekat dinding dan diusahakan kotoran jatuh ke lantai yang mudah dibersihkan dari luar. Dibuat tertutup agar terhindar dari angin dan letaknya lebih rendah dari tempat bertelur.

4. Tempat makan, minum dan tempat grit
Tempat makan dan minum harus tersedia cukup, bahannya dari bambu, almunium atau apa saja yang kuat & tdk bocor juga tdk berkarat. Untuk tempat grit dengan kotak khusus.

Penyiapan Bibit

Ayam petelur yg akan dipelihara haruslah memenuhi syarat sebagai berikut, antara lain:
  1. Ayam petelur harus sehat & tdk cacat fisiknya.
  2. Pertumbuhan & perkembangan normal.
  3. Ayam petelur berasal dari bibit yg diketahui keunggulannya.

Ada beberapa pedoman teknis untuk memilih bibit/DOC (Day Old Chicken)
  1. Anak ayam (DOC ) berasal dari induk yg sehat.
  2. Bulu tampak halus & penuh serta baik pertumbuhannya.
  3. Tidak terdpt kecacatan pada tubuhnya.
  4. Anak ayam mempunyak nafsu makan yg baik.
  5. Ukuran badan normal, ukuran berat badan antara 35-40 gram.
  6. Tidak ada letakan tinja diduburnya.

Pemeliharaan

Sanitasi & Tindakan Preventif
Kebersihan lingkungan kandang (sanitasi) pada areal peternakan merupakan usaha pencegahan penyakit yng paling murah, hny dibutuhkan tenaga yang terampil/ulet aja. Tindakan preventif dgn memberikan produk nasa yang berupa poc nasa + viterna + hormonik dgn cara dicampurkan pada minuman dari ayam setelah masuk kandang serta memberikan vaksin pada ternak ayam.

Pemberian Pakan

Untuk pemberian pakan ayam petelur ada 2 (dua) fase yaitu fase starter (umur 0-4 minggu) dan fase finisher (umur 4-6 minggu).

A. Fase starter (0 – 4 minggu)
Pada Pakan fase starter tediri atas : protein 22 – 24%, lemak 2,5%, serat kasar 4%, kalsium 1%, dan fosfor 0,7 – 0,9%. Kuantitas pakan dibedakan menurut golongan umur, yaitu sbg berikut :
  1. Minggu I (umur 1 – 7 hari) : 17 gr/hari/ekor.
  2. Minggu II (8 – 14 hari) : 43 gr/hari/ekor.
  3. Minggu III (umur 15 – 21 hari) : 66 gr/hari/ekor.
  4. Minggu IV (umur 22 – 29 hari) : 91 gr/hari/ekor.
Dan pada Fase starter kebutuhan air minum terbagi lagi pada masing-masing minggu, yaitu :
  1. Minggu ke pertama (1-7 hari) 1,8 liter/hari/100 ekor.
  2. Minggu ke dua (8-14 hari) 3,1 ltr/hari/100 ekor.
  3. Minggu ke tiga (15-21 hari) 4,5 ltr/hari/100 ekor.
  4. Minggu ke empat (22-29 hari) 7,7 ltr/hari/ekor.


Jangan lp menambahkan produk nasa yg berupa poc nasa + viterna + hormonik ke dlm air minumnya dengan dosis 12.5 cc/ 10 liter air minum.

B. Fase finisher (umur 30-57 hari)
Pakan fase finisher terdiri atas : protein 18,1 – 21,2%, lemak 2,5%, serat kasar 4,5%, kalsium 1%, dan fosfor 0,7 – 0,9%. Kuantitas pakan dibedakan menurut golongan umur, yakni sebagai berikut :

  1. Minggu V (umur 30 – 36 hari): 111 gr/ hari/ ekor.
  2. Minggu VI (37 – 43 hari): 129 gr/ hari/ ekor.
  3. Minggu VII (umur 44 – 50 hari): 146 gr/ hari/ ekor.
  4. Minggu VIII (umur 51 – 57 hari): 161 gr/ hari/ ekor.
Dan pada Fase finisher kebutuhan air minum terbagi dalam masing-masing minggu yaitu :
  1. Minggu ke lima (30-36 hari) 9,5 ltr/hari/100 ekor. 
  2. Minggu ke enam (37-43 hari) 10,9 ltr/hari/100 ekor. 
  3. Minggu ke tujuh (44-50 hari) 12,7 ltr/hari/100 ekor. 
  4. Minggu ke delapan (51-57 hari) 14,1 ltr/hari/ekor.

Jadi total air minum 30-57 hari sebanyak 333,4 liter/hari/ekor.

Dan jgn lupa menambahkan produk nasa yang berupa poc nasa + viterna + hormonik ke dalam air minumnya dengan dosis 12.5 cc/ 10 liter air minum.

Pencegahan Penyakit

Serangan penyakit dapat dicegah dengan menjaga kebersihan kandang. Kandang hrs selalu dibersihkan. Jika ada bagian yang rsk, harus segera diperbaiki. Agr kebal dr penyakit yang disebabkan virus, ayam perlu diberi vaksinasi. Vaksinasi untuk ayam antara lain vaksin NCD, vaksin cacar, dan vaksin anti-RCD. Ayam yang akan divaksinasi harus dalam keadaan sehat. Dosis vaksin juga harus tepat. Selain itu, alat yang digunakan juga harus steril.

Jgn lupa menambahkan produk nasa yang berupa poc nasa + viterna + hormonik ke dalam air minumnya dengan dosis 12.5 cc/ 10 liter air minum.Dan apabila ayam sudah menghasilkan telur maka pemberian produk nasa cuma viterna + poc nasa saja dan lakukan pemberian ke ternak per 3 hari sekali.

Pemanenan

Telor sebaiknya dipanen 3 (tiga) kali sehari, yaitu pada pagi, siang dan juga sore hari. Dengan demikian, kerusakan isi telur akibat virus dapat dihindari atau dikurangi. Telur selanjutnya diletakkan di atas egg tray (nampan telur). Telur abnormal harus dipisahkan dari telur normal. Telur normal berbentuk oval, bersih, dan berkulit mulus. Beratnya sekitar 57,6 gram dengan volume 66 cc. Sementara telur abnormal adalah telur yang terlalu kecil, terlalu besar, bentuknya lonjong, atau kulitnya retak.


Demikianlah cara budidaya ayam petelur yang bisa saya bagikan pada anda semuanya, semoga tips ini bisa bermanfaat dan bisa diimplementasikan dengan benar. Jangan lupa untuk membacara tips lainnya yaitu Tips Budidaya Jamur Tiram di Daerah Panas.

Tips Budidaya Jamur Tiram di Daerah Panas

Tips budidaya jamur tiram di daerah panas. Budidaya jamur tiram sudah menjadi rahasia umum bahwa usaha tersebut sangat potensial dan menggiurkan. Sehingga para wirausaha sangat tertarik dengan bisnis ini, itu bisa kita lihat semakin meningkatnya usaha jamur tiram dari tahun ke tahun. Tapi untuk membudidayakan jamur tiram tidaklah gampang, kita harus tahu cara budidaya jamur tiram yang benar. Salah satu faktor yang harus diperhatikan adalah lingkungan, yang mana jamur tiram bisa tumbuh dengan sehat yaitu suhu, keembapan, ketinggian lokasi dan aerasi.
budidaya jamur tiram di daerah panas

Jamur tiram biasanya akan tumbuh baik jika di lingkungan bersuhu rendah/dingin. Lalu bagaimana budidaya jamur tiram di suhu yang panas? Cara yang bisa anda lakukan adalah dengan membuat bangunan kumbung permanen dan menggunakan AC. Lalu bagaimana kalau tidak punya AC, dan tidak ada biaya untuk membelinya? Berikut ini cara budidaya jamur tiram dengan sederhana tanpa harus mengeluarkan modal yang besar.

Cara budidaya jamur tiram di daerah panas :
  1. Membuat bangunan kumbung dengan sistem sirkulasi buka tutup. Disaat siang hari sirkulasi kumbung ditutup supaya kelembapan udara didalam kumbung teraga, sebaliknya pada malam hari dibuka sehingga suhu ruangan didalam lebih dingin.
  2. Menggunakan bahan atap yang tidak menyerap panas.
  3. Membuat bangunan kumbung ditempat yang teduh, contohnya dekat dengan pohon.
  4. Meletakkan beberapa tong/tempat air didalam kumbung untuk membantu menngkatkan suhu kelembapan ruangan.
  5. Membuat bangunan kumbung lebih tinggi, minimal 4 meter.
  6. Melakukan penyiraman minimal 3 kali seari.
  7. Menanam banyak tanaman sisekitar kumbung.
  8. Rak penyimpanan log jamur dibuat tidak lebih dari 3 tingkat.
Demikianlah sekilas tips budidaya jamur tiram di daerah panas yang bisa saya bagikan. Semoga tips budidaya jamur tiram tersebut bisa bermanfaat untuk anda, khususnya bagi anda yang ingin memulai bisnis budidaya jamur tiram.

Tips dan Trik Menghafal Asmaul Husna

Tips dan Trik Menghafal Asmaul Husna. Kumpulan Info Tips dan Tricks pada kesempatan ini akan mencoba memberikan tips dan trik bagaimana menghafal Asmaul husna dengan mudah. Sebelum lebih jauh membahas Asmaul Husna, apa sih pengertian Asmaul husna?  Asmaul Husna adalah nama-nama Allah yang indah dan baik. Dan jumlah Asmaul husna ada 99 (sembilan puluh sembilan). Ini sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW seperti berikut ini :
cara menghafal asmaul husna

“Bahwasanya Allah mempunyai 99 Nama, yakni seratus kurang satu. Barang siapa menghafalnya (menyebut di luar kepala) niscaya akan dimasukkan ke dalam surga”.

Manfaat menghafal Asmaul husna sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW adalah dimasukkan ke dalam surga. Akan tetapi pada kenyataannya masih banyak dari kita yang enggan mengamalkannya. Dengan alasan kesulitan dalam menghafal asmaul husna tersebut. Oleh karena itulah saya akan mencoba membagikan tips bagaimana supaya lebih mudah menghafal Asmaul husna tersebut.

Berikut ini cara menghafal Asmaul Husna dengan cepat dan mudah :
- Metode 2-2 : maksudnya menghafalkan 2 admaul husna dalam sekali penghafalan.
Contoh :
1. Pastikan kamu telah memiliki daftar Asmaul Husna.
2. Kelompokkan keseluruhan Asma dalam 10 kelompok, yakni:
A. Asma Husna nomer 1-10
B. Asma
Husna nomer 11-20
C. Asma
Husna nomer 21-30
D. Asma
Husna nomer 31-40
E. Asma
Husna nomer 41-50
F. Asma
Husna nomer 51-60
G. Asma
Husna nomer 61-70
H. Asma
Husna nomer 71-80
I. Asma
Husna nomer 81-89
J. Asma
Husna nomer 90-99

- Kelompok A
01-02 --> Yã Rahmãnu Yã Rahimu
03-04
--> Ya Maliku Yã Quddũsu
05-06
--> Yã Salamu Ya Mu`minu
07-08
--> Ya Muhaiminu Yã `Azĩzu
09-10
--> Yã Jabbaru Yã Mutakabbiru

- Kelompok B
11-12 --> Yã Khaliqu Yã Bari`u
13-14
--> Yã Mushawwiru Yã Ghaffaru
15-16
--> Yã Qahharu Yã Wahhabu
17-18
--> Yã Razzaqu Yã Fattaĥu
19-20
--> Ya `Alĩmu Yã Qabidhu

- Kelompok C
21-22 --> Yã Basithu Yã Khafidlu
23-24
--> Ya Rãfi`u Ya Mu`izzu
25-26
--> Ya Mudzillu Yã Samĩ`u
27-28
--> Yã Bashiru Yã Ĥakamu
29-30
--> Ya `Adlu Yã Lathĩfu

- Kelompok D
31-32 --> Yã Khabiru Yã Ĥalĩmu
33-34
--> Yã `Adhimu Yã Ghafiru
35-36
--> Ya Syakũru Yã `Aliyyu
37-38
--> Ya Kabĩru Yã Ĥafidhu
39-40
--> Ya Muqĩtu Ya Ĥasĩbu

- Kelompok E
41-42 --> Ya Jalĩlu Ya Karĩmu
43-44
--> Ya Raqĩbu Ya Mujĩbu
45-46
--> Ya Wãsi`u Ya Ĥakĩmu
47-48
--> Ya Wadũdu Ya Majĩdu
49-50
--> Ya Ba`itsu Ya Syahĩdu

- Kelompok F
51-52 --> Ya Ĥaqqu Ya Wakĩlu
53-54
--> Ya Qawiyyu Ya Matĩnu
55-56
--> Ya Waliyyu Ya Ĥamĩdu
57-58
--> Ya Muĥshiyyu Ya Mubdi`u
59-60
--> Ya Mu`ĩdu Ya Muĥyĩ

- Kelompok G
61-62 --> Ya Mumĩtu Ya Ĥayyu
63-64
--> Ya Qayyũmu Ya Wãjidu
65-66
--> Ya Mãjidu Ya Wãĥidu
67-68
--> Ya Aĥad Ya Shamadu
69-70
--> Ya Qãdiru Ya Muqtadiru

- Kelompok H
71-72 --> Ya Muqaddimu Ya Mu`akhkhiru
73-74
--> Ya Awwalu Ya Ãkhiru
75-76
--> Ya Dhãhiru Ya Bãthinu
77-78
--> Ya Wãlĩ Ya Muta`ãlii
79-80
--> Ya Barru Ya Tawwãbu

- Kelompok I
81-82 --> Ya Muntaqimu Yã Afuwwu
83-84
--> Ya Ra`ũfu Yã Malikal Mulki
85
--> Ya Dzul Jalali Wal Ikrãm
86-87
--> Ya Muqsithu Ya Jamĩ`u
88-89
--> Ya Ghaniyyu Ya Mughni

- Kelompok J
90-91 --> Ya Mani`u Ya Dhãru
92-93
--> Ya Nafĩ`u Ya Nũru
94-95
--> Ya Hãdĩ Ya Badĩ`u
96-97
--> Ya Bãqĩ Ya Wãritsu
98-99
--> Ya Rasyĩdu Ya Shabũru

3. Selanjutnya dari masing-masing kelompok, dibagi lagi menjadi 5 sub kelompok (pasangan).

Misalnya pada kelompok A :
- Asma nomor 1 dan 2
--> YAA RAHMAANU YAA RAHIIMU
- Asma nomor 3 dan 4
--> YAA MALIKU YAA QUDDUUSU
- Asma nomor 5 dan 6
--> YAA SALAAMU YAA MU’MINU
- Asma nomor 7 dan 8
--> YAA MUHAIMINU YAA `AZIIZU
- Asma nomor 9 dan 10
--> YAA JABBAARU YAA MUTAKABBIRU

4. Dalam menghafal, Anda dapat menyebut Asma – misalnya nomer

Asma 1 dan 2
--> AR-RAHMAAN AR-RAHIIM (sebagai dzikir) atau menambah YAA di depan Asma (dalam contoh ini menjadi YAA RAHMAN YAA RAHIIM – ini seperti contoh di atas dan ini yang kami praktekkan)

5. Hafalkan 1 pasangan terlebih dahulu (misalnya YAA RAHMAN YAA RAHIIM). Caranya anda harus mengucapkannya berulang-ulang (misalnya 10x). Jangan berpindah ke pasangan selanjutnya (Asma nomer 3 dan 4) jika Asma nomer 1 dan 2 ini belum benar-benar hafal.

6. Jika Asma no 1 dan 2 sudah benar-benar hafal silahkan kamu hafalkan Asma no 3 dan 4. Caranya sama yaitu dengan mengucapkan berulang-ulang.

7. Jika Asma 3 dan 4 sudah hafal jangan terburu-buru menghafal ke pasangan Asma berikutnya (no 5 dan 6). Ucapkan kembali Asma nomer 1, 2, 3 dan 4 secara berurutan dan berulang-ulang hingga benar-benar hafal.

8. Jika Asma no 1, 2, 3 dan 4 sudah hafal silakan melanjutkan Asma no 5 dan 6. Jika Asma no 5 dan 6 sudah hafal. Ulangi kembali hafalan Asma no 1, 2, 3, 4, 5 dan 6 berkali-kali sampai benar hafal. Jika sudah hafal baru melangkah ke dua Asma selanjutnya. Begitu seterusnya hingga Anda dapat menghafal 10 Asma dalam kelompok A.

9. Agar tidak terlalu berat beban Anda dalam menghafal. Cukuplah dalam 1 hari kamu menghafal 1 kelompok Asma saja (kecuali kamu masih muda dan/atau memiliki kemampuan menghafal yang bagus).

Jadi misalnya :
- Hari pertama : menghafal kelompok A
- Hari kedua : sebelum menghafal kelompok B, cobalah ucapkan kembali keseluruhan Asma pada kelompok A. Pastikan tidak ada Asma yang salah, tertinggal maupun keliru urutannya. Jika seluruh Asma dari kelompok (A sudah mantap silahkan melanjutkan ke kelompok B. Jika seluruh Asma dari kelompok B sudah berhasil dihafalkan. Silahkan sebutkan keseluruhan Asma dari kelompok A kemudian disambung seluruh Asma dari kelompok B.
- Hari ketiga: sebutkan kembali seluruh Asma dari kelompok A dan B. Jika sudah benar-benar mantap silahkan lanjutkan lagi menghafal Asma dari kelompok C. Jika seluruh Asma dari kelompok C sudah hafal silakan ulangi kembali seluruh Asma dari kelompok A, B dan C. Demikian seterusnya sampai seluruh Asma dalam seluruh kelompok berhasil dihafalkan.

Note :
- Untuk kelompok I Asma dibagi sebagai berikut:
* Nomor 81 dan 82
--> YAA MUNTAQIMU YA AFUW
* Nomor 83 dan 84
--> YAA RA’UUFU YA MALIKAL MULK
* Nomor 85 (tanpa pasangan)
--> YAA DZAL JALAALI WAL IKRAM
* Nomor 86 dan 87
--> YAA MUQSITU YAA JAAMI`
* Nomor 88 dan 89
--> YAA GHANIY YAA MUGHNIY

- Untuk kelompok J tinggal melanjutkan saja dari kelompok I
- Dalam menghafal kamu bisa menggunakan tasbih (gunakan biji tasbih yang berjumlah 99, sesuai dengan jumlah Asmaul Husna) sebagai alat bantu untuk memastikan bahwa urutan Asma yang kamu hafal sudah benar. Jadi misalnya kamu menyebut Asma nomor 1, Anda pegang butir tasbih nomor 1 demikian seterusnya. Apabila kebetulan anda tidak mempunyai tasbih, kamu bisa menggunakan jari-jari tangan kamu (sebaiknya cukup jari-jari tangan kanan saja). Jadi untuk menghafalkan 1 kelompok Asma cukup menggunakan 5 jari sebelah kanan kamu saja.

Contoh kelompok A
- Ibu jari : sambil menyebut Asma no 1 dan 2
- Telunjuk : sambil menyebut Asma no 3 dan 4
- Jari tengah : sambil menyebut Asma no 5 dan 6
- Jari manis : sambil menyebut Asma no 7 dan 8
- Kelingking : sambil menyebut Asma no 9 dan 10

Begitu sampai kelingking, kembali lagi ke ibu jari untuk menyebut Asma dari kelompok B, demikian seterusnya sampai selesai. Dengan cara seperti yang diuraikan di atas. InsyaAllah anda dapat menghafal Asmaul Husna dalam waktu tidak terlalu lama. Dan jika sudah hafal hendaknya sering-sering mengucapkan agar hafalan tersebut tidak hilang atau lupa begitu saja.

Demikianlah Tips dan Trik Menghafal Asmaul Husna yang bisa kami bagikan, semoga bermanfaat untuk kita semuanya dan selamat mencoba.

Pengaruh Membaca Al-Qur'an ke Otak

Pengaruh Membaca Al-qur'an ke Otak. Membaca Al-qur'an selain mendapat pahala ternyata juga mempunyai pengaruh terhadap otak kita. Bagi anda yang sudah terbiasa dengan membaca Al-Qur'an mungkin pernah merasakan pengaruhnya, akan tetapi bagi ornag yang enggan maka tidak akan merasakannya. 
"Tak ada lagi bacaan yang dapat meningkatkan terhadap daya ingat dan memberikan ketenangan kepada seseorang kecuali membaca Al-Qur'an".

Dr. Al Qadhi, melalui penelitiannya yang panjang dan serius di Klinik Besar Florida Amerika Serikat, berhasil membuktikan hanya dengan mendengarkan bacaan ayat-ayat Alquran, seorang Muslim, baik mereka yang berbahasa Arab maupun bukan, dapat merasakan perubahan fisiologis yang sangat besar. Penurunan depresi, kesedihan, memperoleh ketenangan jiwa, menangkal berbagai macam penyakit merupakan pengaruh umum yang dirasakan orang-orang yang menjadi objek penelitiannya. Penemuan sang dokter ahli jiwa ini tidak serampangan. Penelitiannya ditunjang dengan bantuan peralatan elektronik terbaru untuk mendeteksi tekanan darah, detak jantung, ketahanan otot, dan ketahanan kulit terhadap aliran listrik. Dari hasil uji cobanya ia berkesimpulan, bacaan Alquran berpengaruh besar hingga 97% dalam melahirkan ketenangan jiwa dan penyembuhan penyakit.

Penelitian Dr. Al Qadhi ini diperkuat pula oleh penelitian lainnya yang dilakukan oleh dokter yang berbeda. Dalam laporan sebuah penelitian yang disampaikan dalam Konferensi Kedokteran Islam Amerika Utara pada tahun 1984, disebutkan, Al-Quran terbukti mampu mendatangkan ketenangan sampai 97% bagi mereka yang mendengarkannya.

Kesimpulan hasil uji coba tersebut diperkuat lagi oleh penelitian Muhammad Salim yang dipublikasikan Universitas Boston. Objek penelitiannya terhadap 5 orang sukarelawan yang terdiri dari 3 pria dan 2 wanita. Kelima orang tersebut sama sekali tidak mengerti bahasa Arab dan mereka pun tidak diberi tahu bahwa yang akan diperdengarkannya adalah Al-Qur'an. Penelitian yang dilakukan sebanyak 210 kali ini terbagi dua sesi, yakni membacakan Al-Qur'an dengan tartil dan membacakan bahasa Arab yang bukan dari Al-Qur'an. Kesimpulannya, responden mendapatkan ketenangan sampai 65% ketika mendengarkan bacaan Al-Qur'an dan mendapatkan ketenangan hanya 35% ketika mendengarkan bahasa Arab yang bukan dari Al-Qur'an.

Al-Qur'an memberikan pengaruh besar jika diperdengarkan kepada bayi. Hal tersebut diungkapkan Dr. Nurhayati dari Malaysia dalam Seminar Konseling dan Psikoterapi Islam di Malaysia pada tahun 1997. Menurut penelitiannya, bayi yang berusia 48 jam yang kepadanya diperdengarkan ayat-ayat Al-Qur'an dari tape recorder menunjukkan respons tersenyum dan menjadi lebih tenang.

Sungguh suatu kebahagiaan dan merupakan kenikmatan yang besar, kita memiliki Al-Qur'an. Selain menjadi ibadah dalam membacanya, bacaannya memberikan pengaruh besar bagi kehidupan jasmani dan rohani kita. Jika mendengarkan musik klasik dapat memengaruhi kecerdasan intelektual (IQ) dan kecerdasan emosi (EQ) seseorang, bacaan Al-Qur'an lebih dari itu. Selain memengaruhi IQ dan EQ, bacaan Al-Qur'an memengaruhi kecerdasan spiritual (SQ).

Maha benar Allah yang telah berfirman, "Dan apabila dibacakan Al-Qur'an, simaklah dengan baik dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat" (Q.S. 7: 204).

Demikian tadi Pengaruh Membaca Al-Qur'an ke Otak. Semoga bermanfaat.

Sanksi Siksa Pelaku Zina

Sanksi Siksa Pelaku Zina. Berhati-hatilah oleh kalian perbuatan zina, karena dalam zina terdapat 6 macam sanksi, tiga macam diantaranya terdapat di dunia dan tiga macam lainnya di akhirat kelak. 

Adapun tiga macam sanksi siksa di dunia adalah :
1. Perbuaatn zina itu akan mengurangi rezeki serta menghilangkan keberkahan
2. Apabila ruhnya keluar saat ajal tiba maka ia terhalang dari rahmat Allah SWT
3. Akan diperlihatkan ke api neraka dan malaikat galak dan bengis yang namanya Zabaniyyah.

Adapun tiga macam sanksi siksa di akhirat adalah :
1. Allah akan memandangnya dengan murka sehingga wajahnya menjadi hitam kelam
2. Hisab amalnya sangat berat dan dahsyat
3. Dia akan digusur memakai rantai menuju api neraka. 

(Sabda Nabi SAW, Al- Hadits)

sumber kitab : Tanqihul-Qaul Al-Imam Jalaludin Asysuyuti

Diantara yang termasuk zina ialah disamping zina kelamin, ialah zina dengan tangan sendiri alias onani, baik bagi lelaki ataupun perempuan, termasuk zina ialah memperlihatkan aurat di hadapan bukan muhrim, sekalipun hanya berupa photo saja. Seperti perempuan yang mengumbar aurat rambut, atau aurat bagian tubuh lainnya, apalagi mengumbar bagian tubuh wanita yang mengundang syahwat dalam album sosial media seperti facebook, twitter dan yang lain.

Sebaiknya kita benahi diri kita untuk bisa berbuat lebih baik dan mengendalikan nafsu yang buruk menjadi hal yang positif. Tetaplah merapat ke kawasan majelis ilmu, agar langkah dalam hidup ini masih tetap terkontrol dan terkendali, sehingga ketika ada kekhilafan masih bisa introfeksi yang pada akhirnya akan menemukan sadar untuk segera kembali bertaubat.


Demikian tentang Sanksi Siksa Pelaku Zina, semoga ada manfaatnya bagi kita semua.